عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ كَانَ
حُذَيْفَةُ بِالْمَدَائِنِ فَاسْتَسْقَى فَأَتَاهُ دِهْقَانٌ بِإِنَاءٍ
مِنْ فِضَّةٍ فَرَمَاهُ بِهِ وَقَالَ إِنِّي لَمْ أَرْمِهِ بِهِ إِلَّا
أَنِّي قَدْ نَهَيْتُهُ فَلَمْ يَنْتَهِ وَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَعَنْ
الشُّرْبِ فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَقَالَ هِيَ لَهُمْ فِي
الدُّنْيَا وَلَكُمْ فِي الْآخِرَةِ
3723.
Dari Ibnu Abu Laila, dia berkata: Ketika Hudzaifah berada di Madain,
dia meminta air. Kemudian datang kepala daerah dengan membawa sebuah
bejana Perak, maka dia melemparkannya, lalu berkata, "Aku tidak
melemparkannya kecuali aku telah melarangnya namun dia tidak mau
mendengar! Sesungguhnya Rasulullah melarang menggunakan sutra halus dan
pakaian yang ditenun dari sutra, serta melarang minum menggunakan bejana
emas dan perak. Beliau bersabda, "Semua itu diperuntukan (bagi orang kafir) di dunia mereka, sedangkan bagi kalian akan mendapatkannya di akhirat nanti." (Shahih: Muttafaq 'Alaih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar