عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الدَّيْلَمِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَتَيْنَا
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ
اللَّهِ قَدْ عَلِمْتَ مَنْ نَحْنُ وَمِنْ أَيْنَ نَحْنُ فَإِلَى مَنْ
نَحْنُ قَالَ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ
اللَّهِ إِنَّ لَنَا أَعْنَابًا مَا نَصْنَعُ بِهَا قَالَ زَبِّبُوهَا
قُلْنَا مَا نَصْنَعُ بِالزَّبِيبِ قَالَ انْبِذُوهُ عَلَى غَدَائِكُمْ
وَاشْرَبُوهُ عَلَى عَشَائِكُمْ وَانْبِذُوهُ عَلَى عَشَائِكُمْ
وَاشْرَبُوهُ عَلَى غَدَائِكُمْ وَانْبِذُوهُ فِي الشِّنَانِ وَلَا
تَنْبِذُوهُ فِي الْقُلَلِ فَإِنَّهُ إِذَا تَأَخَّرَ عَنْ عَصْرِهِ صَارَ
خَلًّا
3710.
Dari Al Fairuz Ad-Dailami, dia berkata: Kami datang menghadap
Rasulullah SAW, kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, engkau telah
mengetahui siapa kami, dan kemana kami?" Beliau menjawab, "Kepada Allah dan Rasul-Nya" Kami kemudian bertanya lagi, "Wahai Rasulullah, kami mempunyai anggur yang tidak kami gunakan?" Beliau berkata, "' Keringkanlah anggur itu!" Kami berkata lagi, "Lalu apa yang dapat kami buat dengan anggur kering?" Beliau bersabda, "Buatlah
minuman anggur untuk makan siangmu dan minumlah pada waktu makan
malammu. Buatlah anggur pada waktu makan malammu dan minumlah pada waktu
makan siangmu. Buatlah anggur dalam jumlah yang banyak (bersama banyak
orang) dan janganlah membuat Anggur dalam jumlah yang sedikit atau
sendiri-sendiri, karena jika terlambat memerasnya anggur tersebut akan
menjadi cuka. " (Hasan Shahih)
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ
يُنْبَذُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي
سِقَاءٍ يُوكَأُ أَعْلَاهُ وَلَهُ عَزْلَاءُ يُنْبَذُ غُدْوَةً
فَيَشْرَبُهُ عِشَاءً وَيُنْبَذُ عِشَاءً فَيَشْرَبُهُ غُدْوَةً
3711.
Dari Aisyah, dia berkata: Rasulullah dibuatkan anggur (oleh para
sahabatnya) dalam bejana dari kulit yang mempunyai tali penutup dan
pembuka. Bejana tersebut juga memiliki lubang pada bagian bawah, guna
membuat anggur pada waktu makan siang dan meminumnya pada waktu makan
malam, atau dibuat pada waktu makan malam dan diminum pada waktu makan
siang. (Shahih: Muslim)
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا
كَانَتْ تَنْبِذُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُدْوَةً
فَإِذَا كَانَ مِنْ الْعَشِيِّ فَتَعَشَّى شَرِبَ عَلَى عَشَائِهِ وَإِنْ
فَضَلَ شَيْءٌ صَبَبْتُهُ أَوْ فَرَّغْتُهُ ثُمَّ تَنْبِذُ لَهُ
بِاللَّيْلِ فَإِذَا أَصْبَحَ تَغَدَّى فَشَرِبَ عَلَى غَدَائِهِ قَالَتْ
يُغْسَلُ السِّقَاءُ غُدْوَةً وَعَشِيَّةً فَقَالَ لَهَا أَبِي مَرَّتَيْنِ
فِي يَوْمٍ قَالَتْ نَعَمْ
3712.
Dari Aisyah, dia berkata: Pada waktu makan siang aku membuatkan minuman
dari kurma untuk Rasulullah SAW, yang diminum oleh beliau pada waktu
makan malam. Jika ada yang tersisa maka aku tuang atau kosongkan.
Kemudian pada malam harinya aku membuatnya lagi, untuk beliau minum pada
esok hari. Aisyah melanjutkan: Bejana —dari kulit— tersebut dicuci tiap
pagi dan sore. Kemudian Ayahku (Abu Bakar) bertanya kepadaku, "Dua kali
dalam sehari?" Aku menjawab, "Ya!" (Hasan Sanadnya)
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ
يُنْبَذُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الزَّبِيبُ
فَيَشْرَبُهُ الْيَوْمَ وَالْغَدَ وَبَعْدَ الْغَدِ إِلَى مَسَاءِ
الثَّالِثَةِ ثُمَّ يَأْمُرُ بِهِ فَيُسْقَى الْخَدَمُ أَوْ يُهَرَاقُ
قَالَ أَبُو دَاوُد مَعْنَى يُسْقَى الْخَدَمُ يُبَادَرُ بِه الْفَسَادَ
3713.
Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW dibuatkan minuman dari
anggur kering, beliau pun meminumnya hari ini, esok hari, dan esok lusa,
hingga menjelang petang hari ketiga. Kemudian beliau memerintahkan
untuk menyajikannya jika masih bagus, namun jika sudah rusak maka
buanglah.
Abu Daud berkata: Yusqa Al Khadam maksudnya adalah cepat rusak. (Shahih: Muslim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar